| |
C © updated 28032009-06032006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama:
Chrisjon
Nama Lengkap:
Christian Johannes
Lahir:
Banjarnegara, Jawa Tengah, 14 September 1979
Juara:
Juara tinju kelas bulu dunia versi WBA, 2003-sekarang
Alamat Rumah:
|
|
| |
|
|
|
|
| CHRISJON HOME |
|
|
 |
Chrisjon
Super Champions Kelas Bulu WBA
Chrisjon dianugerahi gelar “Super
Champions” tinju kelas bulu dunia versi WBA. Petinju kebanggan Indonesia
bernama lengkap Christian Johannes, itu menyandang gelar itu setelah 10 kali mempertahankan sabuk juaranya
secara berturut-turut tanpa putus, sejak 2003. Penganugerahan gelar “Super
Champions” itu dilakukan dalam sidang WBA di Cartegana, Kolombia, 31 April hingga 2 Mei 2009.
Manajer sekaligus pelatih Chris John, Craig Christian mengatakan, pada
sidang ituChris John akan menjadi tamu kehormatan. Pemberian gelar Super
Champions ini diberikan setelah Chris John mempertahankan gelarnya
sebanyak 10 kali berturut-turut, dengan mengalahkan sejumlah lawan
antara lain Juan Manuel Marquez (Meksiko), Hiroyuki Enoki (Jepang), Jose
Cheo Rojas (Venezuela), Osamu Sato (Jepang.
Bahkan Chris John telah berhasil mempertahankan gelar juara dunia hingga
11 kali tanpa putus sejak merebut gelar juara dunia kelas bulu WBA dari
tangan petinju Colombia, Oscar Leon di Bali tahun 2003. Terakhir bermain
seri melawan Rocky Juaerez di Houston Texas, Amerika Serikat, 28 Febuari
2009.
Dari 11 kali mempertahankan gelar tersebut, lima kali merupakan
mandatory fight yaitu melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela), Derrick
Gainner (Amerika Serikat), Juan Manuel Marquez (Meksiko), Roinet
Caballero (Panama), dan Hiroyuki Enoki (Jepang).
Sedangkan enam lainnya merupakan tarung pilihan (choice), yaitu melawan
Renant Acosta (Panama), Jose Cheo Rojas (Venezuela), Tommy Browne
(Australia), Osamu Sato dan Zaiki Takemoto (Jepang), serta Rocky Juarez
(Amerika Serikat).
Sebelas kali pertarungan Chrisjon mempertahankan gelar tersebut, empat
kali dimainkan di luar negeri, yaitu Jepang tiga kali, Australia sekali,
dan Amerika Serikat sekali, serta enam kali di dalam negeri yakni
Jakarta dan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Chrisjon, kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah, 14 September
1979, telah membuktikan bahwa dialah yang terbaik di tinju kelas bulu
dunia versi WBA. Chrisjon telah mengalahkan nama besar para penantangnya.
Pertama mengalahkan Osamu Sato (Jepang). Kedua mengalahkan Jose Rojas
(Venezuele). Disusul, ketiga, menaklukkan Derrick Gainer (AS), mantan juara dunia WBA yang lebih
diunggulkan tapi ditaklukkan pada 22 Desember 2004. Keempat, membungkam
Tommy Browne (Australia. Kelima, menubur mimpi Juan Manuel Marquez
(Meksiko), penantang pertama dalam pertarungan wajib, Sabtu 4 Maret
2006, di Tenggarong, Kutai Kartanegara.
Dalam pertarungan dengan Marquez, penantang nomor satu yang disebut
orang lebih kuat dan lebih cepat, tetapi ternyata Chrisjon lebih cerdik
dan tak kalah cepat. Kecerdikan Chrisjon membuat Marquez tak berdaya dan
harus mengubur impiannya merebut kembali sabuk juara tinju kelas bulu
dunia versi WBA itu.
Chrisjon mengalahkan Marquez dengan angka mutlak. Dalam pertarungan
itu, wasit Guillermo Perez Pineda, asal Panama, menghukum Marquez dengan
memotong dua angka karena memukul Chrisjon terlalu rendah di bawah
perut, setelah berulangkali memberi peringatan. Sementara ketiga hakim
memberi angka mutlak bagi Chrisjon. Hakim Oscar Perez (AS) memberi nilai
116-110, Takeshi Shimakawa (Jepang) 117-111 dan Pinij Prayadsub
(Thailand) menilai 116-112.
Sebelum mengalahkan Marquez, para pemerhati tinju dunia memandang Chrisjon dengan sebelah mata.
Mereka menyebut, gelar juara dunia tinju yang dia sandang bukan hasil kerja
keras. Chrisjon merebut gelar juara dunia hanyalah sebagai kado, titipan
dari Marquez (juara dunia IBF) yang menundukkan Derrick Gainer (juara
dunia WBA) dalam partai unifikasi gelar yang tidak disetujui WBA pada 1
November 2003.
Kekalahan Gainer itu membuat sabuknya dicopot dan diserahkan kepada
Chrisjon yang menjadi juara ad interim setelah mengalahkan Oscar Leon di
Bali, September 2003.
Kemenangan Chrisjon atas Marquez, membuktikan bahwa sabuk
juara dunia yang dia terima bukan lagi titipan, tetapi hak yang
diperoleh dari perjuangan.
Harus diakui penampilan Chrisjon jauh
berkembang setelah lepas dari tangan pelatih
tinju Sutan Rambing. Di tangan pelatih asal Australia, Craig Christian,
Chrisjon menjadi garang sekaligus dingin dan cerdik. Pukulannya memang
belum terlalu
kuat, tetapi dia lebih percaya diri, cerdik dan pukulannya selalu mengenai sasaran.
Hanya saja, kubu Christian, terutama pelatih Bob Pidonovski, tampak
terlalu memproteksi Chrisjon dari media. Sehingga promosinya menjadi
sangat lemah. Akibatnya, secara langsung dan tidak langsung, bayaran
Chrisjon hanya 131.000 dollar AS saat melawan Juan Manuel Marquez yang
notabene merupakan salah satu petinju terbaik dunia. ►ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|