| |
C © updated 22042009 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/dok |
|
| |
BIODATA
Nama:
Prof. Dr. Laurence A. Manullang, MM, SE, SP
Lahir:
Porsea, 12 September 1941
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA & OPINI |
|
|
 |
BERITA =
01
02 03
04
05 06
07
08
09
10
11 12
13 =
Prof.Dr. Laurence Adolf Manullang (13)
Analisa Lingkungan Stragis Global dan Nasional
Nampaknya ekonomi AS makin bergairah sebagai dampak stimulus ekonomi
yang diprakarsai Presiden Barrack Obama. Namun ada beberapa industri
besar seperti industri mobil Chrysler, General Motor terpaksa menutup
banyak pabriknya dan lay off kariawannya dan mengajukan Article 11
memohon disetujui bankcruptcy.
Bank of America dan Citibank tetap diharapkan menjadi lokomotif
perekonomian AS, dan untuk itu Bank of America memerlukan USD 35 miliar
sebagai bail out disuntikkan
menyehatkan CAR (Capital Adequacy Ratio).
Kinerja Presiden Barrack Obama selama 100 hari dianggap sangat berhasil,
sebab dia mencapai 26 dari 27 sasaran yang menjadi commitmentnya pada
saat kampanye, dalam 100 hari pemerintahannya, sama dengan IPK 96.3 %
dan achievement ini belum pernah dicapai oleh presiden-presiden AS
sebelumnya.
Penggalangan persahabatan terus ditingkatkan, khususnya dengan
negara-negara yang selama dekade ini mengalami tense dengan AS, seperti
Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika dan Asia, dan implikasinya adalah,
AS akan mengurangi anggaran belanja pada produk pemusnah manusia dan
dana itu dapat digunakan untuk kesejahtraan rakyatnya.
AS agak gamang menerima kenyataan bahwa pada 20 tahun mendatang, urutan
skala ekonomi dunia akan berobah, jika selama ini AS menempati rangking
teratas, namun untuk 20 tahun yang akan datang, diproyeksikan RRC akan
menggeser ekonomi AS, AS jadi nomor 2, Jepang nomor 3, India nomor 4 dan
Indonesia nomor 5.
Nampaknya Indonesia akan diharapkan mengambil peranan penting dalam
ekonomi global baik melalui G20, Asean, maupun melalui kemitraan
bilateral dengan AS, dan akan meninggalkan Bank Dunia and IMF secara
bertahap.
Indonesia
Akhir-akhir ini Indonesia tersohor sebagai produsen berita yang mendunia.
Dari pemilihan para Caleg, dan saat ini sedang menuju pilpres, sampai
pada non aktifnya
Ketua KPK.
JK - Wiranto telah mengumumkan dengan resmi berduet sebagai pasangan
Presiden dan Wkl Presiden, dimana banyak kader Golkar menyayangkan duet
ini. Selain JK menyimpang dari kesepakatan Rapinasus, bahwa dalam
beberapa hari akan melaporkan hasil komunikasi politiknya pada DPD I,
malah dipandang dia telah lebih maju dari kesepakatan, dan langsung
mengumumkan cawapresnya sebelum dapat persetujuan dari DPD I, dan
pimpinan DPD hanya diundang untuk legitimasi keputusan JK.
Untuk menghindari perpecahan di dalam internal Golkar, maka diputuskan
untuk memberikan kebebasan bagi kader Golkar mendampingi SBY jadi
cawapres sepanjang tidak meminta dukungan resmi dari Partai.
Keputusan ini akan memberikan peluang bagi kader Golkar untuk
mendampingi SBY sebagai cawapres, dimana nanti kader Golkar yang masih
didukung oleh grass root DPD II seperti Akbar Tanjung akan mendapat
peluang yang besar jadi Wapres dan dapat meraih suara yang significant
dan dianggap sebagai supplementary bagi kepopuleran SBY.
Terkuaknya nama Budiono jadi cawapres dari kalangan professional non
partai perlu dijustify dengan cermat, sebab Budiono memiliki keahlian
specifik, dan untuk jabatan politis strategis Wkl Presiden yang nantinya
lebih berperan menjadi generalist, sangat perlu dipertimbangkan kembali.
Jangan terulang kesalahan pada saat orde baru dengan menarik Habibie
seorang specialist memetakan kebutuhan Negara ini untuk masa depan
melalui research, menjadi politis dan akhirnya peranannya jadi tumpul.
Budiono perlu mengawal keuangan dan ekonomi negara seperti Greenspans
dan Vocker di AS.
Habibie sebagai politikus telah gagal, sebab terkomtaminasi oleh virus
strategis yang sangat general sehingga kekhususan keahliannya gone with
the wind. Jika seandainya Habibie terus mengelola ristek dan
mengembangkan research yang bersifat multidimensional seperti
dilaksanakan di Korea Selatan, barangkali GNP Indonesia per capita dapat
meningkat minimal USD 5000 p.a. saat ini karena banyak temuan-temuan
hasil research yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan. Korea Selatan
tahun-tahun yang lalu telah mencapai GNP per capita sekitar USD 14 000
pada hal Indonesia dan Korea Selatan membangun ekonominya pada saat yang
bersamaan.
Jadi pada hakekatnya SBY - AT adalah pasangan ideal, Tapi karena mereka
berdua adalah politisi kawakan, maka perlu Menko Ekuin yang jago seperti
Prof Dr Widjoyo
Nitisastro, Menteri- menteri dalam Ekuin yang lain yang memang memiliki
expertize secara khusus, yang mampu mendiagnosa ekonomi dan keuangan
negara dan membaca peta ekstraksi ekonomi dunia dan implikasinya ke
perekenomian Indonesia. Saya rasa Indonesia telah memiliki figure yang
handal untuk itu yaitu Sri Mulyani, tentu dia harus dibantu oleh ahli
keuangan negara, dan financial experts international yang dapat
mengawinkan dampak makro ke mikro secara riil.
Megawati agak bingung pada saat ini, sebab yang dia harapkan seorang
perwira tinggi muda Prabowo jadi Wapresnya nampaknya Prabowo merasa
bahwa dia lebih cocok jadi
Capres. Kecuali Megawati mengalah, mengetujui Prabowo jadi Presiden dan
Puan
Maharani jadi Wapres koalisi kedua partai itu akan mendalam, karena
Megawati sudah diputuskan jadi Capres maka nampaknya koalisi kedua
partai PDIP dan Gerindra hanya sebatas pada kulitnya saja. Namun Prabowo
perlu diwaspadai, sebab disamping dana melimpah, dia memang berani
secara gamplang dan nyaring sebagai opposan pada kebijakan pemerintah
sekarang ini yang mampu memberikan message yang dapat dimakan oleh
petani, nelayan, buruh dan wong cilik. Buruh bangunan dengan seorang
Prof Dr. sama hak suaranya, yaitu one man one vote.
PKS perlu disiapkan lebih banyak posisi menteri. PAN pada saat ini
sedang bermuka dua, satu memandang Ketua Dewan Pertimbangan Partainya,
dan satu muka lagi memandang Ketua Umum. Dengan perolehan suara 8 %
apabila nanti salah satu kadernya diangkat jadi Wapres, maka yang
memberikan vote pada SBY nanti hanya 4 % jauh lebih rendah dari
perolehan grass rootnya Golkar, 7 %, dengan assumsi 14 % itu dibagi
fifty fifty antara JK-Wiranto, dan SBY - Akbar. (Jakarta, 7 Mei 2009) ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|