| |
C © updated 05122005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Prof. Oemar Seno Adji SH
Lahir:
Surakarta, Jawa Tengah, 5 Desember 1915
Wafat:
Agama:
Islam
Isteri:
Soehartati
Anak:
Sembilan orang
Ayah:
Raden Tumenggung Tjitrobanudjo
Ibu:
Siti Zenab
Pendidikan:
- HIS, Solo
- MULO, Solo
- AMS, Yogyakarta
- Rechtshogeschool, Jakarta
- Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1949)
Karir:
- Pegawai Departemen Kehakiman (1942-1950)
- Jaksa Agung Muda (1950-1959)
- Dosen dan Guru Besar Fakultas Hukum UI (1959)
- Dekan Fakultas Hukum UI (1966-1968)
- Menteri Kehakiman RI (1966-1974)
- Ketua Mahkamah Agung RI (1974-1982)
- Rektor Universitas Krisnadwipayana (1981-1984)
Karya:
- Aspek-Aspek Hukum Pers
- Massmedia dan Hukum
- Hukum (Acara) Pidana dalam Prospeksi
- Herziening
Alamat Rumah Keluarga:
Jalan Pelita 8, Cilandak, Jakarta Selatan
|
|
| |
|
|
|
|
| OEMAR SENO ADJI HOME |
|
|
 |
Oemar Seno Adji (1915-1984)
Guru Besar Insan Hukum
Mantan Ketua Mahkamah Agung RI (1974-1982), ini menguasai dan
mengabdikan diri di ladang hukum secara paripurna. Dia guru besar semua
insan hukum di negeri ini. Berbagai karya, keputusan dan pandangannya
tentang hukum dijadikan referensi, yusrisprudensi, dan panutan oleh para
insan hukum, baik para penegak hukum maupun cendekiawan dan mahasiswa.
Prof. Oemar Seno Adji SH, kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 5
Desember 1915, mengabdi di bidang hukum hingga akhir hayatnya. Dia
memulai karirnya sebagai pegawai Departemen Kehakiman (1942-1950).
Kemudian menjadi Jaksa Agung Muda (1950-1959). Setelah itu mengabdi
sebagai dosen dan Guru Besar Fakultas Hukum UI sejak 1959, dan menjabat
Dekan Fakultas Hukum UI (1966-1968).
Dari dunia akademis, dia dipercaya menjabat Menteri Kehakiman RI
(1966-1974) dan Ketua Mahkamah Agung RI (1974-1982). Setelah itu, dia
kembali ke dunia akademis memimpin Universitas Krisnadwipayana sebagai
rektor (1981-1984). Di samping itu, Seno juga membuka Kantor Advokat
Oemar Seno Adji, yang hingga saat ini diteruskan putranya Indriyanto
Seno Adji.
Berbagai karya tulis dan pandangannya dijadikan sebagai refrensi
penting. Berbagai keputusannya menjadi yurisprudensi. Dia telah menjadi
ensiklopedi hukum Indonesia.
Beberapa buku karyanya mengenai hukum antara lain Aspek-Aspek
Hukum Pers, Massmedia dan Hukum, dan Hukum (Acara) Pidana dalam
Prospeksi, telah menjadi rujukan bagi banyak pihak yang menggumuli hukum.
Selain itu, makalah-makalahnya di berbagai seminar dan simposium, di dalam dan
di luar negeri, juga telah menjadi refrensi berharga.
Kendati lahir sebagai anak priayi, ayahnya, Raden Tumenggung
Tjitrobanudjo (bupati pada Keraton Mangkunegara, Solo),
Seno sangat menghormati persamaan derajat manusia. Sejak kecil, oleh
ayah dan ibunya Siti Zenab, Seno dididik untuk tidak membeda- bedakan
derajat manusia. Orangtuanya juga mendidiknya agama Islam secara ketat.
Dia juga mengikuti kegiatan kepanduan, sepak bola dan berenang.
Sebagai anak bupati, dia tentu sangat beruntung dapat mengecap
pendidikan terbaik kala itu. Ketika di HIS, Solo, Seno sangat menyenangi
pelajaran berhitung dan sejarah. Kemudian dia melanjut ke MULO, Solo dan
AMS, Yogyakarta.
Setamat AMS, Seno akhir 1930-an, semula Seno berniat meneruskan
sekolah ke Negeri Belanda. Seno bercita-cita memperdalam Sastra Timur.
Kala itu, sekolah semacam ini belum ada di tanah air. Namun rencana ini
gagal lantaran ada berita bahwa keadaan di Belanda sedang gawat. Akhirnya, ia
hijrah ke Jakarta, masuk Rechtshogeschool, walaupun bidang hukum belum
diminatinya.
Setelah dia bekerja Departemen Kehakiman (1946-1949), barulah dia
tertarik dan berniat mendalami hukum. Dia mulai sadar, ternyata bidang
hukum idak sekadar memelajari undang-undang. Tetapi juga mencakup
berbagai bidang, termasuk yurisprudensi dan hukum-hukum yang tidak
tertulis. Bukan itu saja, bidang ini juga menunut tanggung jawab yang
kuat.
Seno pun makin giat mendalami hukum dan berhasil menyelesaikan kuliah
di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1949). Setelah
itu, dia diangkat menjabat Jaksa Agung Muda (1950-1959).
Ketika sudah
bekerja pada Departemen Kehakiman (1946-1949), Seno menikah dengan
Soehartati. Mereka dikaruniai sembilan orang anak. ►e-ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|